Selasa, 17 Desember 2019

T4_DPM_Aulia Nafi Hakim_210104190002


T4 (TUGAS 4)
Nama               : Aulia Nafi Hakim                                         Kelas               : MPM A 2019
NPM               : 210104190002                                              Matakuliah      : DPM
Semester          : 1

Feature, Scientific Feature
Tema  : Situs Piramida Misterius Cianjur
Topik  :
            Ada Piramida Di Cianjur? Peneliti pun masih mencari jawaban dari situs megalitikum misterius terbesar di Indonesia itu. Laporan yang dimuat oleh Nicolaas Johannes krom (arkeolog asal Belanda) pada Rapporten van de oudheid kundigie (ROD) atau buletin dinas kepurbakalaan. Tim Terbaru Riset Mandiri (TTRM) melakukan pertanggalan dari uji karbon yang hasilnya kata Danny Hilman,” kalau dari carbon dating, iya lebih tua dari piramida Giza Mesir dan Machu Pichu di Peru (Maret 2012). Gunung Padang yang diduga piramida berusia lebih tua dari dua peradaban tuda di dunia tersebut, sempat menjadi perbincangan di masyarakat. Namun perlahan isu ini kemudian mereda, meski simpang siur informasi masih terjadi.

 

Gunung Padang, situs tertua ada di Cianjur?

            Situs Gunung Padang merupakan situs sejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Banyak pertanyaan tentang situs misterius ini, yang katanya menjadi awal mula peradaban manusia di Jawa Barat. Laporan pertama mengenai situs ini dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, “Buletin Dinas Kepurbakalaan) pada tahun 1914. Fungsi situs Gunung Padang diperkiraan adalah tempat pemujaan bagi masyarakat yang bermukim di sana pada sekitar 2000 tahun SM. Hasil penelitian Rolan Mauludy dan Hokky Situngkir menunjukan bahwa adanya kemungkinan perlibatan musik dan beberapa batu megalit yang ada.
            Situs ini pertama kali dibangun sekitar 8000 SM. Usianya bahkan lebih tua dari pada Piramida di Mesir yang dibangun sekitar 2500 SM. Peninggalan kota tua Mahenjo Daro dari Harrapa di India yang berusia 3.000 tahun, dan budaya Mesopotamia yang berada di daerah yang sama. Tim Terbaru Riset Mandiri (TTRM) melakukan pertanggalan dari uji karbon yang hasilnya kata Danny Hilman,” kalau dari carbon dating, iya lebih tua dari piramida Giza Mesir dan Machu Pichu di Peru (Maret 2012). Gunung Padang yang diduga piramida berusia lebih tua dari dua peradaban tuda di dunia tersebut, sempat menjadi perbincangan di masyarakat.
            Danny Hilman Natawijaya, peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI mengatakan “ini penting untuk sejarah Indonesia. Karena adi sejarah disebut peradaban kita mulai dari tahun 600 masehi di Kutai”. Situs Megalitikum Gunung Padang tidak dibangun pada satu era. Tapi struktur tersebut dibanugn berkelanjutan dalam tiga masa dari 8000 SM hingga 1000 SM,. Lapisan tertua yang berusia 10 ribu tahun tertimbun tanah, sementara lapisan termuda berusia 3 ribu tahun. Sebut Danny. Gunung Padang tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Dengan luas komplek kurang lebih sebesar 900 m2, terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan area situs ini sekitar 3 ha, dan menjadikannya sebagai punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Danny dan timnya menggunakan berbagai teknik untuk mengintip bawah tanah, tomografi sinar-x, pencitraan 2D dan 3D, pengeborang inti, dan penggalian. Dari cara ini para ahli secara bertajhap menemukan beberapa lapisan struktur yang cukup besar. Lapisan struktur tersebar di area seluas sekitar 15 hektar (150.000 m2) dan telah dibangun ribuan tahun lalu dengan lapisan-lapisan yang mewakili periode berbeda. Dalam laporan yang disampaikan para pertemuan AGU, para ahli menyatakan bahwa di bagian paling atas ada pilar batuan basal yang mebingkai teras dengan susunan kolom batu membentuk dinding, jalur dan ruang . mereka memperkirakan lapisan berusia sekitar 3.000 sampai 5.000 tahun. Di bawah permukaan itu hingga kedalaman sekitar 3 meter ada lapisan kedua dari kolom batu serupa yang diperkirakan berusia 7.500 sampai 8.300 tahun. Pada lapisan ketiga, memanjang sekitar 15 meter di bawah permukaan dan diperkirakan berusia lebih dari 9.000 tahun, mungkin bisa mencapai 28.000 tahun. Survey yang dilakukan Danny dan timnya juga mendeteksi beberapa ruang bawah tanah. Hingga saat ini puncak situs Gunung Padang masihg digunakan masyarakat sebagai tempat suci untuk berdoa dan meditasi. “mungkin ini juga dilakukan mannusia kuno ribuan tahun yang lalu di sana” ujar Danny.
            Lokasi keberadaan Gunung Padang ini sebelumnya memang telah dikeramatkan oleh warga setempat. Penduduk setempat menganggapnya sebagai tempat Prabu Siliwangi, raja Sunda yang berusaha membangun istana dalam semalam namun tidak dapat terealisasi. Setelah membuka lahan semak sisi tenggara teras 5 ke bawah, ternyata terdaoat 20 tingkat terasering punden berundak yang menunjukan budaya gotong royong dengan teknologi maju pada masa itu. Situs Gunung Padang dibangun denga teknologi terdepan dimasanya. Salah satu bukti bahwasitu Gunung Padang ini di banung dengan teknologi yang sudah sangat tinggi adalah temuan semen purba yang digunakan sebagai perekat dan isian batu. Semen purba ini merupakan campuran dari tanah liat, besi, dan silica. Dari hasil temuan menunjukan bahwa semen yang digunakan untuk merekatkan batu-batuan di situs engandung kadar besi hingga 45%. Padahal temuan-temuan semen purba sebelumnya biasanya hanya mengandung semend dengan kadar berkisar 3-4%. Atas dasar inilah penneliti menduga bahwa peradaban pada masa itu sudah sangat maju, mereka sudah mengetahui unsur besi yang dapat di gunakan untuk merekatkan batu. Selain itu mereka sudah mengenal teknologi yang canggih di masanya karena sudah bisa melakukan pencampuran besi dengan bahan lainnya.
            Meskipun sudah banyak peneliti yang mendatangi situs Gunung Padang seperti soiolog, arkeolog, dan sejarawan. Misteri Gunung Padang masih abu-abu, dan kurangnya peran pemerintah dalam menindak lanjuti penelitian di situs Gunug Padang Cianjur tersebut. Yang menurut maysarakat setempat situs Gunung Padang adalah sumber ilmu dari nenek moyang mereka. Maka dari itu para peneliti masih mencoba mencari jawaban dari semua misteri situs ini. Bila anda tertarik untuk datang ke situs ini, anda tidak perlu merogoh kocek dengan dalam, anda hanya menyiapkan uang sebesar Rp 10.000 untuk harga tiket masuk situs tersebut. Dan jangan kuatir, disana banyak relawan yang berkenan menceritakan tentang situs Gunung Padang tersebut. Meski masih belum terungkap misteri situs Gunung Padang di Cianjur, pemandangan yang indah ditawarkan pada saat sudah sampai di puncak situs Gunung Padang.
           

T3_DPM_Aulia Nafi Hakim_210104190002


T3 (TUGAS 3)
Nama               : Aulia Nafi Hakim                                         Kelas               : MPM A 2019
NPM               : 210104190002                                              Matakuliah      : DPM
Semester          : 1

IDENTIFIKASI STRUKTUR BERITA
Nama Media               : Gala Media                          
Judul Berita                 : Ayam Kampus
Jumlah halaman           : 1 halaman
Bandung. Selasa, 8 April 2008.




Head Line, “Ayam Kampus”
            Lead, orang biasa menyebutnya “ayam kampus". Istilah itu diberikan kepada para mahasiswi yang memang mencari sambilan denbgan cara mejajakan tubuhnya kepada pria hidung belang
            Bridge¸ Keberadaan ayam kampus ini sangat tersembunyi di beberapa kampus di Kota Bandung. Bahkan tidak sembarang orang bisa masuk dan mendapatkan mereka. Tidak tekecuali om-om berduit ataupun pria macho berkantung tebal. Mereka tentu akan kesulitan, apalagi bila tidak memiliki jaringan yang bisa masuk kepada mereka (ayam kampus).
            Body, Namun demikian banyak cara untuk bisa masuk kepada jaringan mereka. Seperti haknya yang dilakukan oleh Budi (nama samaran), salah seorang mahasiswa Kota Bandung. Diakui Budi, memang akhir-akhir ini keberadaan ayam kampus semakin tersembunyi. Bahkan cenderung tertutup. Sebab mereka lebih berhati-hati dalam memilih pasangannua. Mereka khawatir dengan status mereka di kampusnya akan terbongkar. “wah sekarang mah agak sulit, lain dengan dulu. Sekarang makin tertutup”. Kata Budi. Meski sedikit tersembunyi,kata Budi, ada beberapa cara unntuk mendaptkan informasi tentang mereka. Seperti yang pernah dialaminya, id bisa mendapatkan informasi keberadaan ayam kampus tersebeut melalui seorang tukang parkir dan pedagang kios yang ada di kampus tersebut.
            “BIasanya tukang parkir ini tahu, siapa saja mahasiswi yang menjadi ayam kampus di kampus itu. Bahkan ia pun tahu berapa nomor kontak yang harus dihubungi, termasuk juga urusan banderolnya. Yang penting baik-baik aja sama dia, ya kasih duit kek atau gimana, terserah pokoknya.” Kata Budi. Pada pelaksanaanya, lanjut Budi, tukang parkir tersebut akan menghubingi ayam kampus yang menjadi calon pasangan semalam. Termasuk juga meminta nomor kontaknya. Bahkan tukang parkir tersebut bisa menjelaskan fisik karakteristik dari ayam kampus tersebut, termasuk harga tawarannya. Tara-rata para ayam kampus yang berorientasi pada uang, mematok harga antara Rp. 300.000 hingga Rp 400.000 per tiga jam.
            Leg, “Tapi sebetulnya kalau sudah jalan, masalah harga bukan lah menjadi patokan utamanya. Kalau ayam kampusnya seneng sama kita, ya kita jalan, pacaran,. Malah kalau happy bateng ama kita, ya jalan terus selamanya. Jadi nukan masalah duit lagi yang mereka cari, tapi kesenangan dan kepuasan”. Kata Budi. Apalagi ayam kampus cenderung bersikap hedonis dan ingin selalu tampis. Bahkan mereka cenderung enggan bila diajak to the point untuk kencan di hotel.”Biasanya mereka kepingin main dulu, baik dugem atau tempat lainnya. Sehingga itu bisa membuatnya happy.” Kata Budi.





Nama Media               : Gala Media                          
Judul Berita                 : Berkas Perkara AACC Dilimpahkan
Jumlah halaman           : 1 halaman
Bandung. Selasa, 8 April 2008.




  
Head Line, “Berkas Perkara AACC Dilimpahkan”
            Lead, berkas perkara tiga panitia penyelenggara konser  music peluncuran album perdana metal Beside do Gedung Asia Africa Cultural Centre, Jalan. Braga Bandung, akhirnya dilimpahkan Polwitabes Bandung ke Kejaksaan Negeri Bandung, Senin (7/4). Hal itu dilakukan setelah berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap atau P21.
            Bridge, bersamaan dengan itu, ketigatersangka, yaotu AA (26), SH (24), dan HE (23), panitia yang tergabung dalam event organizer EIE Production, dilimpahkan  ke Kejaksaan Negeri Bandung sekitar pukul 10.00 WIB. Selain para tersangka, petugas pun melimpahkan barang bukti. Di antaranya 15 bonggol tiket (1.500) lembar dan dua buku kuitansi, 12 lembar undangan, satu lembar susunan kepanitiaan, satu majalah Mouse, satu botol tinta stempel, lima bekas kembang api, 29 botol kosong bekas minuman Mansion House.
                Body, para tersangka dijerat pasal 359 dan 560 KUHP tentang kelalaian, sehingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia dan luka-luka. Keriganya diancam dengan hukuman kurungan selama 5 tahun penjara. Kapolwitabes Bandung Kompes Pol. Drs. Bambang Suparsono didanpingi Kasat Reskrim, AKBP Hendri Pandowo, mengatakan keasus perkara tersangka telah dilimpahkan ke Kejari Bandung. Terlebih berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap. “Berkas perkaranya sudah lengkap, sehingga para tersangka dan barang buktinya kita limpahkan ke kejaksaan untuk di proses”. Kata Bambang. Menurut bambang, pihaknya tekah memeriksa 59 orang saksi. Mereka adalah para panitia penyelenggara, kru band , personel band, penontonm kerabat dan keluarga korban, termasuk saksi korban yang terluka.
            Leg, Demikian Lnjut Bambang, pihaknya sempat mengalami sedikit hambatan dalam hal proses visum yang berakhir pada akhir Maret 2008. Terlebih dengan banyaknya korban yang harus divisum.  





Nama Media               : Gala Media                          
Judul Berita                 : Kuli Bangunan Tewas Terjatuh dari Lantai 2
Jumlah halaman           : 2 halaman
Bandung.,  Kamis, 3 April 2008.



  
Headline, Kuli banugnan tewas Terjatuh dari Lantai 2
               Lead, Aspe dana ( 27), seorang buruh bangunan, tewas secara mengenaskan setelah terjatuh dari atap asrama putri Sekolah Tinggi Teologi Kharisma, Jln. Srimahi Baru RT 02/RW 06. Ancol, Kec. Regol, Bandung,Rabu (2/4) sekira pukul 11.00 WIB
               Bridge, Beberapa saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, saat itu warga Kp. Lembang II RT 03/RW11 Bojong Sari, Kab. Bandung tersebut sedang memperbaiki plafon tersebut bersama Ujang Ruhiyatman. Namun ketika sedang memperbaiki plafon , tiba-tiba asbes yang diinjaknya ambrol. Tak ayal korban jatuh terjun bebas ke lantai dasar yag berketinggian sekitar 10 hingga 15 meter. Korban jatuh dengan posisi kepala di bawah sehingga kepala membentur lantai, ia tewas seketika.
               Body, Lisa (31), salah seorang penghuni asrama yang melihat korban jatuh, menjerit histeris. Saat itu juga Lisa langsung minta tolong dan memberitahukan kejadian tersebut pada Andri, salah seorang prtugas keamanan asrama. Warga yang mendengar ada kuli bangunan yang tejatuh dari lantai dua berbondong-bonndong mendatangi lokasi kejadian untuk melihat peristiwa tersebut. Aparat Plsekta Regol Bandung Tengah yang mendatangi lokasi kejadian, segera menyelidiki kasus itu. Selain mengidentifikasi korban. Polisi pun memintai keterangan sejumlah saksi. Setelah itu mengevakuasi jasad korban ke Rumah sakit Sartika asih Bandung untuk diautopsi. Kapolsekta Regol, AKP Afriandi yang didampingi Kanit Reksrim, Iptu Aji Susanto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian korban. Namun dari hasil penyelidikan sementara, kuat dugaan korban meninggal karena terjatuh dari atap rumah setelah abseb yang dipijakannya ambrol karena tidak kuat menompang tubuh korban.
               Leg, “Dugaan sementara kerena jatuh dari atap. Tapi kita msih menyelidiki kasus ini, dikhawatirkan ada indikasi lain yang menyebabkan jatuhnya korban. “jelas Aftiadi seraya mengatakan, saat ini pihaknya tengah memeriksa 4 orang saksi yang terkait dengan kasus tersebut.





Nama Media               : Gala Media                          
Judul Berita                 : Warga Sartitem Keluhkan Operasi Simpatik
Jumlah halaman           : 1
Bandung, Jumat 25 April 2008.




Headline, Warga Saritem kelukan operasi simpatik.
            Lead, Warga RW 07 dan 09 Keluraham Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, merasa kurang nyaman terkait keberadaan puluhan personel kepolisian di wilayah mmereka.
            Bridge, Sebelumnya, Ikatan Masyarakat Saritem (Imas) telah menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (23/4) di Gedung DPRD Kota Bandung. Hingga Kamis (24/4), polisi masih melakukan operasi simpatik yang dilaksanakan 2 kali. Yaitu pukul 15.00-19.00 WIB dan 21.00-00.00 WIB.
            Body, Menurut Tohir, sesepuh warga RW 09, semenjak ada operasi simpatik, suasana di lingkungannya pada saat operasi digelar berbah menjadi tidak nyaman, telebih, polisi menutup dan memblokir gang-gagng serta selalu menanyakan penduduk asli yang kebetulan tinggal di sekitar kawasan Saritem. Warga yang tidak terlibat dalam bisnins prostitusi di kawasan tersebut menjadi iktu tegang dan canggung untuk kemana-mana, apalagi bagi anak-anak kecil.      
            “Seperti di daerah operasi militer saja, di mana-mana ada polisi, ditanya-tanya. Padahal sudah tahu kita warga sini, ditanya lagi” ujar Tohir. Hal tersebut disampaikan oleh Asep Tora, pengurus Imas.menurutnya, saat ini mereka seperti tamu di rumah sendiri, soalnya tidak jarang warga ditanya identitas.
            Leg,  Menurutnya, operasi ini tidak menyelesaikan masalah dan tidak mendapat simpati dari warga Saritem. Sebagaimana yang pernah diutarakan pada aksi unjuk rasa Rabu (23/4). Asep beserta beberapa warga lain, ingin penarikan personel kepoilisan segera dilaksanakan.





Nama Media               : Gala Media                          
Judul Berita                 : 6 Pedagang DVD Porno Diciduk
Jumlah halaman           : 2




Headline, 6 Pedagang DVD Porno Diciduk
            Lead, aparat Polresta Bandung Tengah dan Polres Indramayu masing-masing menciduk 3 orang pedagang VCD dan DVD porno dalam sebuah operasi di wilayah hukumnya masing-masing. Rabu (2/4)
            Bridge, dari para pedangang berhasil menyota seratus keeping lebih VCD dan DVD porno. Bedasarkan keterangan yang dihimpun “GM”, Kamis (3/4), anggota Polres Bandung Tengah menciduk 3 pedangang VCD dan DVD porno dalah sebuah opreasi pekat di Jln. Dalem Kaum Bandung. Barang bukti yang disita sebanyak 16 keping DVD dan 23 VCD. Ketiga pedangang tersebut adalah LY (18). Warga Karangpawitan, Garut, Gus (24), warga Jln. Pangarang Bandung. Dan Kho (20), warga Jln. Pagarsih Bandung . kini mereka mendekam di ruang tahanan Mapolresta Bandung tengah untuk di periksa lebih lanjut.
            Body, Kapolresta Bandung Tengah, AKBP Drs. Arief Ramadhani didampingi Kasatreskrim, AKP Dasmin, mengatakan, para tersangka pengedar VCD dan DVD porno itu akan dijerat pasal 40 huruf C undang-undang (UU) Pornografi atau pasal 282. kemudian pasal 282 dengan ancaman human 5 tahun penjara atau denda setidaknya Rp 50 juta. “Rata-rata konsumennya orang-orang yang sudah dikenal dan menjadi langgananya, kata Arief. Menurut Arief, terungkap kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa di Jln. Dalem Kaum banyak penjual VCD dan DVD porno. Polisi pun menggelar operasi dengan berpura-pura menjadi pembeli. Sehingga, dalam operasi tersebut polisi menemukan langsung pedagangnya.
            Di Indramayu. Sementara itu di Indramayu, Polres Indramayu juga menciduk 3 pengedar VCD porno. Mereka adalah War (31), warga Dusun Bedong,Desa/Kec. Sukra, Mak (43), warga Desa Patrol Lor, Kec. Patrol, dan ad (32), asal Desa/Kec. Jatibarang. Nama terakhir adalah seorang pegawai negri sipil (PNS) pada Kantor Perhubungan Indramayu. Polisi berhasil mengamankan ratusan keeping VCD porno yang siap diedarkan di pasar rakyat wilayah Kec. Patrol. Kini, para tersangka masih dimintai keterangan oleh petugas. Bedasarkan keterangan yang dihimpun “GM”. keberhasilan jajaran Polres Indramayu dalam mengungkap penjualan VCD porno ini bermula dari banyaknya kelhuna masyrakat yang menyatakan di beberapa tempat penjualan VCD di pasar malam (pasar rakyat) beredar VCD porno. Infomasi ini ditindaklanjuti poilisi dengan langsung turun ke tempat yang disebut itu.
            Polisi yang menyelidiki tempat berjualan dan akhirnya mengamankan puluhan keeping VCD porno. Dalam operasi itu, polisi juga mengamankan ratusan VCD porno dari rumah tersangka, termasuk menyita 22 VCD kosong. 90 software serta 1 buah komputer dengan printer dan CPU-nya.
            Leg, Kapolres Indramayu, AKBP Drs. Syamsudin Djanieb didampingi Kasatreskrim Polres Indramayu, AKP Moh. Susanto, S.I.K., membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka yang diduga sebagai penjual VCD porno. Pihaknya kini masih meminta keterangan dari tersangka.

T2_DPM_Aulia Nafi Hakim_210104190002


T2 (TUGAS 2)
Nama               : Aulia Nafi Hakim                                         Kelas               : MPM A 2019
NPM               : 210104190002                                              Matakuliah    : DPM
Semester          : 1
                                          JENIS-JENIS BERITA        
Kategori Berita           : Straight News Report
Judul berita                 : Pengemudi Ojek Online Daring Divonis 5 Tahun
Nama Media               : Koran cetak, Pikiran Rakyat
Penulis                         : Sekilas Bandung (YS)
Posisi Halaman            : 2
Jumlah Paragraf          : 1 paragraf


           
  Apa, what. seorang pengemudi ojek daring, divonis lima tahun penjara. Siapa, who. Rahmat Hidayat. Kapan, when. Kamis (12/9/2019). Dimana, where. Pengadilan negri 1A khusus Bandung, jalan RE Martadinata. Kenapa, why. Dinyatakan bersalah melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap penumpangnya, yaitu seorang siswi SPM yang masih dibawah umur. Rahmat dijerat UU Perlindungan Anak. Hal itu terungkap dalam sidang putusan kasus dugaan asusila terhadap anak dibawah umur. Bagaimana, how. Korban saat itu memesan ojek online untuk pulang ke  Antapani. Pelaku yang sebelumnya seduah menonton video porno mulai melakukan aksiya dengan menyuruh korban untuk  duduk lebih depan. Terdakwa saat itu malah sering mengerem motornya dengan tujuan agar tubuh korban bersentuhan dengan dirinya. Tak itu saja, korban dibawa berputar-putar dan menyuruh korban untuk duduk di depan. Korban yang ketakutan meminta turun untuk jajan di warung, saat itulah korban meminta  tolong kepada warga.



Kategori Berita           : Depth News Report

Judul berita                 : Pabrik Wajib Beri Bantuan Air
Nama Media               : Koran cetak, Pikiran Rakyat
Penulis                         : Handri Hadriansyah, Cecep Wijaya
Posisi Halaman            : 2
Jumlah Paragraf          : 11 paragraf
 


     Apa, what. Di kabupaten Bandung Barat 49 desa krisi air bersih, pabrik wajib beri bantuan air.  Siapa, who. Bupati Bandung Barat Dadang M Naser mengatakan, peran perusahaan untuk membantu warga saat ini benar-benar dibutuhkan oleh warga. “kalau musim hujan, warga tidak membutuhkan air dari pabrik. Kapan, when. Rabu (11/9/2019) petang.  Dimana, where. Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran. Kenapa why. Musim kemarau  ini membuat sejumlah wilayah terus megalami kekeringan. Akibatnya , tak sedikit warga yang kini sulit untuk mengakses air bersih karena sumur mereka mongering. Kekeringan akibat kemarau terjadi di 10 dari 16 kecamatan di Kabupaten Banudng Barat. Hal ini menyebabkan 32.087 keluarga kesulitan air bersih. Data Badan Penanggualan Bencana Daerah KBB menunukan, krisis air bersih teesebar dai 49 desa di kecamatan. Terdiri dari 6 ddesa di Kecamatab Cipatat, 2 desa di Cipatat, 4 di Cipongkor, 6 di Ngamprah, 2 di Padalarang, 12 Cipendeuy, 3 di Cisarua, dan 3 di Batujajar. Bagaimana, how.  Bantuan air bersih secara  langsung yang didistribusikan dengan armada tangki, dadang menegaskan bahwa Pemkab Banudng juga terus berupaya menanggulangi masalah  kekeringan dengan pembuatan sumur bor bagi warga wilayah yang masih memiliki air bawah tanah. Lebih jauh Pemkab Bandung nantinya mendapatkan bantuan dari pemerintah Korea Selatan. Bantuan berupa teknologi yang dapat mengubah air bawah tanah dapat langsung diminum.


    
 Kategori Berita          : Comperhensive News
Judul berita                 : Kerusuhan Pecah di Wamena, bangunan dibakar dan rantetan suara                                     tembakan terdengar
Nama Media               : Koran elektronik, Kompas.com
Penulis                         : John Roy Purba
Posisi Halaman            : -
Jumlah Paragraf          : 17




            Apa, what. Aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena. Siapa, who. Siswa Wamena. Kapan, when. Senin (23/9/19). Dimana, where. Kota Wamena, Papua. Kenapa, why. Ujuk rasa berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan  bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Hal itu membuat siswa marah hingga kemudian kabar itu meluas dan memicu aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena. Bagaimana, how. “sampai saat ini, Wamena masih dikuasai pelajar yangt berunjuk rasa” kata John. Kohn melaporkan aparat kepolisiam dan TNI berusaha memukul mundur siswa demonstran. Hal itu berlangsung sekitar 4 jam. “suara tembakan terdengar di mana-mana selama 3 jam “ kata John. Update.  Saat ini sebagian warga panik karena kehilangan anggota keluarga. Selain itu, kini semua warga di kota sudah mengungsi ke kantor  polisi dan Kodim.  Sementara unjuk rasa massa masih berlangsung. Massa berusaha merangsek masuk ke pusat bisnis Wamamena, namun mereka segera dihadang aparat kepolisian.      




Kategori Berita           : Feature
Judul berita                 : Ke Kabuoaten Bandung? Wisata di sini dijamin enggan pulang
Nama Media               : Tempo.co
Penulis                         : Non koesponden-Ludhy Cahyana
Posisi Halaman            : -
Jumlah Paragraf          : 12


                  Apa, what. Beberapa destinasi wisata yang memanfaatkan alam sebagai daya tarik utamanya, ada lima destinasi wisata alam di bandung yaitu; kebun teh Pangalengan, situ Cileunca, stone garden gunung Pawon, tebing masigit Padalarang, pasar terpung Lembang. Siapa, who. Reporter Tempo.co. Kapan, when. Selasa, (17/9/2019). Dimana, where. Situ Cileunca Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, Jawa Barat; Stone garden gunung Pawon Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat. Jawa Barat. Tebing Masigit Padalarang Cipatat, Padalarang; Kebun teh Pangalengan Desa Banjarsari, Kabupaten Bandung; Pasar terpung lembang, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Kenapa, why. Hawa yang sejuk dan alam yang asri menjadi modal Kabupaten Bandung menjadi tempat wisata. Bagaimana, how. Hutan-hutan lindung dengan semangat ekowisata dan konservasi, bisa disulap menjadi tempat wisata yang sustainable. Kabupaten Bandung memang menggeliat dengan wisata  yang memanfaatka keindahan alamnya hingga spot-spot terbaik untuk berswafoto.




Kategori Berita           : Editorial Writing
Judul berita                 : Berada di Lembah Harau, tak perlu merencanakan aktivitas
Nama Media               : Kompas.com
Penulis                         : Kompas.com
Posisi Halaman            : -
Jumlah Paragraf          : 14




     Apa, what Berada di Lembbah Harau, tak perlu merencanakan aktivitas. Siapa, who. Kompas.com. Kapan, when. Rabu (25/9/2019/).  Dimana, where. Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Koto, Provinsi Sumatera Barat. Kenapa, why. Dalam lima tahun kebelakang, lembah Harau menjadi salah satu destinasi favorit di Sumatera Barat di kalangan wisatawan domestic maupun mancanegara. Bagaimana, how. Tanpa banyak aktivitas yang bisa dikerjakan artinya wisatwan tidak perlu repot untuk menenteng barang bawaan. Cukup membawa pakaian seperkunya, wisatawan sudah bisa menikmati keindahan Lembah Harau. Dengan kesederhanaan ini, lembah Harau menawarkan kita menjadi manusia seutuhnya. Ke sini berarti bisa meninggalkan hal-hal yang berbau aktivitas berbau metropolitan. Saatnya menikmati alam.

T1_DPM_Aulia NAfi Hakim_210104190002

T1 (TUGAS 1)

NAMA            : Aulia Nafi Hakim                 Nama Koran                : Kompas
NPM               : 210104190002                      Judul Berita                 : “Diet” Plastik Warga Kota
Kelas               : MPM A 2019                        Waktu Terbit               : Minggu, 8 September 2019

           

            Kesan yang saya ingin sampaikan adalah, bangga karena sekitar 89.7% melalui data survey statistik pada koran tersebut mengatakan sudah melakukan “diet” plastik dan hanya sekitar 9.7% mengatakan belum melakukan “diet” plastik. Dengan data statistik yang mudah dipahami oleh penyajian koran kompas saya dapat mengetahui data tersebut dengan mudah dan jelas, serta tertera bagaimana koran kompas mendapatkan data tersebut yang berdampak pada kredibilitas data tersebut. Apresiasi terhadap pemerintah Indonesia karena programnya yang dapat me”press” pemakaian plastik di Negara Indonesia.
            Pesan  yang ingin disampaikan oleh koran tersebut adalah, “Program pemerintah mengurangi plastik terus mendapat apresiasi warga Jabodetabek. Hal ini turut diikuti oleh kesadaran mayoritas melalui gaya hidup baru ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari. Kesadaran warga Ibu Kota dan sekitarnya akan pentingnya “diet” plastik merupakan sinyal positif.
            Menanggapi berita tersebut saya bangga dan senang karan program pemerintah dapat terealisasikan apalagi tentang menjaga lingkungan, dan saya juga akan memulai “Diet” sampah dengan maksud mendukung program pemerintah dan menjaga kelingkungan alam yang utama.
            Pengalaman yang saya dapatkan setelah membaca berita koran, ternyata berbeda rasanya membaca koran (cetak) dengan koran (elektronik), rasanya lebih manual dan lebih nyata, karena sudah lama sekali saya tidak membeli koran harian cetak.



Senin, 07 Mei 2018

Free Writing (Project 2)



            Sudah lama tidak menulis Blog, dikarenakan adanya tugas maupun kerjaan yang harus saya lakukan. Memang semua itu adalah amanah saya sebagai pelajar, dan saya harus menebus itu semua.
            
            Kali ini kita akan membahas tentang Free Writing. Yang sudah jelas artinya “Menulis Bebas”. Saya mendapatkan materi tentang Free Writing  ini dipelajaran bahasa Indonesia di sekolah saya yang dimana duduk di bangku SMA kelas 11. yang diajarkan oleh guru saya Bu Ana.

 “orang yang dapat membaca otomatis dia juga dapat menulis dengan caranya masing-masing”

Menulis dengan bebas, tanpa ada persyaratan maupun tatanan, mengalir dari apa yang kita pikirkan berpindah ke media tulis yang disediakan. Mungkin ini salah satu cara yang digunakan untuk meredakan pikiran. Apapun yang terlintas di pikiran boleh tertanan
           
          Benar rasanya tentang kebebasan dalam menulis itu. Marah, sedih, senang semua terdapat di free Writing, yang sebagai modal pertama untuk menampung curahan isi hati. Menurut saya Free Writing sangat ampuh untuk melepas pemikiran yang terhempit di sana.

Saya sangat menyarankan untuk anda untuk melakukan Free Writing ini. Coba kalian siapkan setidaknya secarik kertas (biasanya bila sudah nyaman menulis, secarik kertas itu tidak akan cukup untuk menampung tulisan yang kita buat) dan alat tulis, bila anda malas menulis dengan alat tulis pensil, bolpoin atau yang lainnya, saya sarankan menggunakan sebuah komputer ataupun media elektroknik yang dimana membantu dalam membuat penulisan. Beri waktu sedikitnya 5 menit untuk menulis,  5 menit itu hanya sebagai acuan untuk membuktikan bahwa, saking nyamannya kita menulis waktupun tidak terasa, bila sudah bunyi pertanda alarm 5 menit sudah menyala tetapi anda masih belum puas menulis, kalian bisa menambahkan waktu 5 menit selanjutnya untuk melanjutkan penulisan. Isi meida tersebut dengan pemikiran yang anda pikirkan sekarang yang pastinya BEBAS, karna kalau bukan bebas bukan Free Writing namanya.
            
            Tidak usah memikirkan tanda baca, tidak usah memikirkan “bagaimana caranya untuk menulis sesuatu yang menarik”. Karna menurut saya setiap orang yang menulis punya keunikannya masing-masing, apapun itu. Dalam segi bahasa, cara penceritaannya, sudut pandangnya dan yang pasti pendapat dari Sang penulis. Justru dalam perbedaan itulah penulisan jadi lebih menarik.

Karna di setiap orang punya argumen-argumen tersendiri yang dimana ingin menunjukan pemikirannya masing-masing, dan pastinya kita harus menghormati pemikiran atau pendapat yang berbeda dari kita.
           
            Jadi itulah tentang Free Writing 

“Jadilah dirimu sendiri, karena di setiap perbedaan dari kita semua adalah sebagai penyempurna dan sebagai pemersatu, Sebab tidak ada kesatuan bila tidak ada perbedaan”.

Senin, 02 April 2018

Telapak Kaki Hitam (project1)

 
       Langkah demi langkah menompang tubuh, dengan telapak kaki-kaki hitam itu. Tak lupa dengan bekas-bekas luka yang menghiasi tempurung kaki para telapak kaki hitam. Di malam hari kaki-kaki hitam tidur dengan seadanya di pinggir jalan Kota “kembang”, yang hanya bermodal sarung dan kardus bekas yang sudah lama dipakainya.
                                                                Bandung 28 Maret 2018, 20:30 WIB
     
       Menuai nasib dengan penuh kecaman dan merasakan dinginya malam kota kembang.
Terkadang sedih mendengar cerita dari latar belakang kelompok para telapak kaki hitam. Dan timbulah pertanyaan,

“apa yang bisa saya perbuat untuk mereka? karna pada dasarnya saya ingin menjadi orang berguna untuk sesama”.

 Dan hal yang bisa saya lakukan untuk para telapak kaki hitam adalah bukan memberi uang kepada mereka tetapi, menDoakan mereka.

        Sebenarnya siapakah kaki-kaki hitam itu? mereka adalah para Tunawisma. Orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal atau biasa disebut rumah.
                 
            "Bukan tersingkirkan tetapi, mereka memiliki jalan hidup yang berbeda dari kita".
    "Bukan karna ketidak adilan yang maha Esa, tetapi menjadi pelengkap maupun penyeimbang alam                                                                              semesta."

        Perbedaan latar belakang yang membentuk siapa kita dan untuk apa kita diciptakan. Tetapi jawaban petanyaan tersebut ada di tangan kita sendiri. Bahwa kita yang menulis jalan hidup kita sendiri. kita yang menjalani dan bertanggung jawab atas diri kita sendiri bukan orang tua maupun  orang lain.

             “Gunakan waktu sebaik-baiknya dan jadilah manusia yang berguna untuk semua”.          ....Itulah Doktrin yang ayah saya katakan dan harus saya lakukan.



*Dengan menulis kata-kata diatas, memang saya suka berwisata malam (bukan untuk hura-hura) tetapi ingin juga merasakan, ingin memahami dan mengasah interpersonal emosi saya. Dengan terus berfikir berulang-ulang dan selalu setiap ada jawaban timbulah pertanyaan dan pertanyaan baru.

Dan hal yang tertuliskan di atas adalah jawaban dari jawaban yang saya pahami dan saya rasakan.

             Banyak tempat-tempat di kota Bandung yang biasa dijadikan tempat singgah untuk para Tunawisma. Macam Penjara Banceuy, pinggiran masjid Raya Bandung, Pasar Baru, Jalan Alkateri dan masih banyak lagi. Dan memang petugas dari Pemkot Kota  Bandung tidak ambil pusing soal itu, dan masih ada rasa untuk saling memahami. Justru bila di Masjid Raya Kota Bandung para Tunawisma selalu dijaga keamanannya.

Jawa Barat adalah penduduk terbesar di indonesia dan paling banyak angka kemiskinan dan rendahnya pendidikan. Padahal pulau termaju di indonesia. Sampai sekarang pemerintah tidak tinggal diam tentang masalah itu.

             Karna sebenarnya Bandung itu adalah salah kota yang maju, banyaknya budaya asing yang bercampur, hiburan, kepentingan, para Tunawisma tidak bisa berpura-pura bebohong tidak tahu tentang itu. Berkembangnya zaman selalu berdampingan juga dengan berkembangnya teknologi, tetapi tidak juga dengan kesejahterahan, mulai terdengar dari pelaku Tunawisma bahwa hidup itu tidak Adil, dan saya mencoba untuk memahami itu. Dan tenggapannya adalah

          "Setiap orang mempunyai jalan hidup masing-masing, salah benar, adil maupun tidak adil itu relatif. Tergantung siapa yang perpandang maka dari itu disebutkan. Penyeimbang Alam Semesta"

*Disini saya mengajak para pembaca untuk juga berfikir, karena setiap pandangan seseorang dengan yang lainnya selalu berbeda,     
       
               Jangan lupa soal kerasnya kehidupan jalanan, dulu waktu saya masih duduk di bangku SD saya selalu dimarahi oleh Bunda saya bila pergi main jauh-jauh maupun pulang terlalu malam, kenapa?. Karna dari cerita Doktrinan bunda adalah, banyak anak kecil yang diculik untuk dijadikan seorang pengemis jalanan. Dibawa kedaerah yang anak itu tidak tahu dan disuruh untuk mengemis membayar setoran untuk majikan. Dan memang pada saat ini masih ada praktek buruk tersebut. 

Membuat rusaknya Jati diri anak itu. Mencoba-coba, meniru, dan akhirnya menemukan kenyamanan dengan melakukan hal buruk pada saat itu.

Teman penerus bangsa, rekan penerus bangsa di masa depan nanti telah dirusak dengan hal itu.

             "Dengan melihat anak-anak kecil berlari riang di sekitaran lapangan rumput sintetis alun-alun bandung, terkadang menjadi Obat dan juga terkadang menjadi bahan pemikiran"

Kenapa? memang bukan urusan saya, memikirkan jalan hidup orang lain. Tetapi, selalu ada yang mendorong di dalam hati.

  Menjadi Obat, obat penenang dalam pikiran pada saat saya memiliki sedikit cobaan. Bahwa dunia itu luas, masalah yang saya hadapi bukan apa-apa di muka bumi ini, tak sadar tersenyum melihat anak yang bermain dengan tingkah awamnya. Terhempas masalah yang dipikirkan.

  Menjadi bahan pikiran, dengan melihat bola mata hitam anak kecil nan bulat besar itu terasa, kasihan karna dia pasti masih belum paham bahwa apa yang telah terjadi di dunia ini. Macam-macam masalah nasional maupun Internasional yang dihadapi, sedih karna anak kecil itu harus siap melawan kejamnya dunia di masa yang akan datang.


Dan ini semua tergantung kepada anda para pembaca, bagaimana anda memahami dan berpendapat sesuai dengan diri anda pada saat selesai membaca tulisan saya.

     "Karna Tuhan telah menulis lebih dulu tentang semua ini dibanding kita yang ada di dalamnya"